Senin, 06 Juli 2015

RENUNGAN HARIAN 1 JUNI 2015


RENUNGAN HARIAN 1 JUNI 2015
Markus 10 : 7 - 12
7 sebab itu laki-laki akan meninggalkan
ayahnya dan ibunya dan bersatu
dengan isterinya,
8 sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
9 Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah,
tidak boleh diceraikan manusia."
10 Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu
bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu.
11 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan
isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam
perzinahan terhadap isterinya itu.
12 Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin
dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah."
Markus 10 : 7 - 12
7 sebab itu laki-laki akan meninggalkan
ayahnya dan ibunya dan bersatu
dengan isterinya,
8 sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
9 Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah,
tidak boleh diceraikan manusia."
10 Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu
bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu.
11 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan
isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam
perzinahan terhadap isterinya itu.
12 Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin
dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah."
sumber dari: Generasi Muda Kwamki Narama
Ev. Adi Komangal, S.Th
Timika 1 Juni 2015

Komunitas Persekutuan Doa Generasi Muda (KPDGMK) Kwamki Narama Timika Papua


Komunitas Persekutuan Doa Generasi Muda (KPDGMK) Kwamki Narama Timika Papua
Masa muda adalah: Masa yang paling Indah utuk menetukan masa depan, dalam hal ini bagaimana generasi muda terus dibinah dalam berbagai bentuk konseling, sehingga sebagai anak muda seharusnya dia harus berjuang dengan sekuat tenaga, dalam hal ini, pengorbanan, pikiran, tenaga, waktu demi untuk menentukan masa depan yang diharapkanya, mengapa dikatakan masa muda adalah masa yang paling indah untuk menentukan masa depan. Namun ternya masa muda menjadi masa yang paling sulit untuk melewatinya dalam hal ini, kami melihat banyak generasi muda yang gagal melewatinya masa muda yang dia harus berjuang demi untuk menentuka nasibnya sendiri. Mengapa mereka gagal untuk melewatinya dalam hal ini ada beberapa
faktor yang turut mempengaruhi generasi muda adalah:
1. Kurang pembinaan dari keluarga.
2. Besarnya pengaruh lingkungan.
Kedua faktor diatas merupakan bagaiman kedua faktor yang menetukan nasib dari seorang muda tadi. Apa yang dikatakan dalam Firman Tuhan:

Mazmur 119:9
Dengan apakah seorang muda
mempertahankan kelakuannya
bersih?
Dengan menjaganya sesuai
dengan firman-Mu.
Namun dalam hal ini yang terpenting adalah: Orangtualah yang memiliki tangungg jawab besar, untuk mendidikan dan besarkan anaknya dalam kehidupan sebagai keluarga Kristen yang bertangung jawab. Namun di masa kini menjadi sahabat generasi muda adalah:
1. Miras Minuman Alkhol
2. Fox, Lem AIBON
3. Dan lain-lain.
Ini tangungg jawab siapa?
1. Orangtua?
2. Pemerintah?
3. Gereja?
4. Lembaga Masyarakat (LSM)?
5. Organisasi Pemuda?
Namun pendapat kami bahwa Mari kita semua bergandengan tangan untuk membangun Generasi Muda Yang Bertangung Jawab dan Memiliki Iman Yang Kokoh.
Roma 1:16
Sebab aku mempunya keyakinan
yang kokoh dalam Injil, karena Injil
adalah kekuatan Allah yang menye-
lamatkan setiap orang yang percaya,
Penulis

 Komunitas Persekutuan Doa Generasi Muda (KPDGMK) Kwamki Narama Timika Papua

Masa muda adalah: Masa yang paling Indah utuk menetukan masa depan, dalam hal ini bagaimana generasi muda terus dibinah dalam berbagai bentuk konseling, sehingga sebagai anak muda seharusnya dia harus berjuang dengan sekuat tenaga, dalam hal ini, pengorbanan, pikiran, tenaga, waktu demi untuk menentukan masa depan yang diharapkanya, mengapa dikatakan masa muda adalah masa yang paling indah untuk menentukan masa depan. Namun ternya masa muda menjadi masa yang paling sulit untuk melewatinya dalam hal ini, kami melihat banyak generasi muda yang gagal melewatinya masa muda yang dia harus berjuang demi untuk menentuka nasibnya sendiri. Mengapa mereka gagal untuk melewatinya dalam hal ini ada beberapa
faktor yang turut mempengaruhi generasi muda adalah:
1. Kurang pembinaan dari keluarga.
2. Besarnya pengaruh lingkungan.
Kedua faktor diatas merupakan bagaiman kedua faktor yang menetukan nasib dari seorang muda tadi. Apa yang dikatakan dalam Firman Tuhan:

Mazmur 119:9
Dengan apakah seorang muda
mempertahankan kelakuannya
bersih?
Dengan menjaganya sesuai
dengan firman-Mu.
Namun dalam hal ini yang terpenting adalah: Orangtualah yang memiliki tangungg jawab besar, untuk mendidikan dan besarkan anaknya dalam kehidupan sebagai keluarga Kristen yang bertangung jawab. Namun di masa kini menjadi sahabat generasi muda adalah:
1. Miras Minuman Alkhol
2. Fox, Lem AIBON
3. Dan lain-lain.
Ini tangungg jawab siapa?
1. Orangtua?
2. Pemerintah?
3. Gereja?
4. Lembaga Masyarakat (LSM)?
5. Organisasi Pemuda?
Namun pendapat kami bahwa Mari kita semua bergandengan tangan untuk membangun Generasi Muda Yang Bertangung Jawab dan Memiliki Iman Yang Kokoh.
Roma 1:16
Sebab aku mempunya keyakinan
yang kokoh dalam Injil, karena Injil
adalah kekuatan Allah yang menye-
lamatkan setiap orang yang percaya,
Penulis


Ketua Komunitas Persekutuan Doa
Generasi Muda Kwamki Narama
Ev. Adi Komangal, S.Th
Timika 26 Juni 2015

Selasa, 30 Juni 2015

Tempat Perlindungan Masyarakat Pegunungan Tengah Paniai Papua, Dibakar Oleh Oknom Tertentu Tahun 2008 Lalu




  • TEMPAT PERLINDUNGAN MASYARAKAT PEGUNUNGAN TENGAH PANIAI PAPUA, DIBAKAR OLEH OKNOM TERTENTU TAHUN 2008 LALU
  • Program YLSM, pegembangan Kampung TAHUN 2008 lalu. Budidaya Peternakan, Perikanan dan pertanian Masyarakat Kampung (PPP) telah Training dibawa bimbingan YLSM pegunungan Tegah PAPUA Paniai Komopa
  •      Dalam kronologis ini akan ditemukan kembali  tentang idea, saran dan janji oleh pejabat pemerintah baik pejabat pemerintah provinsi Papua maupun pejabat pemerintah Kabupaten termasuk DPRP, MRP dan DPRD Kabupaten di Pegunungan Tengah yakni Kabupaten Paniai, Kabupaten Mimika, Kabupaten Nabire dan Kabupaten Puncak Jaya.

          Selain mereka juga Lembaga Adat, Lembaga Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Wanita dan beberapa LSM lainnya mengadakan kerja sama dalam mengadvokasi hak-hak dasar Marga Papua Barat. Tanggapan positif dan negatif mereka serta kritikan selama dua puluh dua tahun empat bulan 27 hari kerja sejak 1 Desember 1983 – 2006 akan dijelaskan dalam kronologis ini.

          Penulis sangat mengharapkan dukungan kerja sama tim dari semua pihak, baik dari pejabat pemerintah, DPRD, dan DPRP yang mengelolah aspirasi rakyat dan MRP yang menjadi lembaga representasi kultural, tokoh agama yang menegakkan kebenaran  dan mahasiswa yang menjadi tulang punggung bangsa.
    Penulis sangat senang jika diadakan kerja sama tim untuk mewujudkan harapan dan cita-cita masyarakat adat Papua yang ingin bebas dari perampasan hak-ha dasar Marga Papua, kemiskinan, keterbelakangan ini."Akhirnya perjuangan yang diawali dengan kebenaran akan
    membawa manfaat yang sangat besar dan berharga"
  •  

Senin, 29 Juni 2015

Tempat Perlindungan Masyarakat Penungan Tengah Paniai Papua, Dibakar Oleh, Oknom Tertentu Tahun 2008 Lalu






  • TEMPAT PERLINDUNGAN MASYARAKAT PENUNGAN TENGAH PANIAI PAPUA, DIBAKAR OLEH OKNOM TERTENTU TAHUN 2008 LALU

  •      Dalam kronologis ini akan ditemukan kembali  tentang idea, saran dan janji oleh pejabat pemerintah baik pejabat pemerintah provinsi Papua maupun pejabat pemerintah Kabupaten termasuk DPRP, MRP dan DPRD Kabupaten di Pegunungan Tengah yakni Kabupaten Paniai, Kabupaten Mimika, Kabupaten Nabire dan Kabupaten Puncak Jaya.

          Selain mereka juga Lembaga Adat, Lembaga Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Wanita dan beberapa LSM lainnya mengadakan kerja sama dalam mengadvokasi hak-hak dasar Marga Papua Barat. Tanggapan positif dan negatif mereka serta kritikan selama dua puluh dua tahun empat bulan 27 hari kerja sejak 1 Desember 1983 – 2006 akan dijelaskan dalam kronologis ini.

          Penulis sangat mengharapkan dukungan kerja sama tim dari semua pihak, baik dari pejabat pemerintah, DPRD, dan DPRP yang mengelolah aspirasi rakyat dan MRP yang menjadi lembaga representasi kultural, tokoh agama yang menegakkan kebenaran  dan mahasiswa yang menjadi tulang punggung bangsa.
    Penulis sangat senang jika diadakan kerja sama tim untuk mewujudkan harapan dan cita-cita masyarakat adat Papua yang ingin bebas dari perampasan hak-ha dasar Marga Papua, kemiskinan, keterbelakangan ini."Akhirnya perjuangan yang diawali dengan kebenaran akan
    membawa manfaat yang sangat besar dan berharga"
    Itawadimee Kedepa Servius

Penerbit Kanisius: Mitra Sejati Gereja dan Dunia Pendidikan


Penerbit Kanisius: Mitra Sejati Gereja dan Dunia Pendidikan
Hidup Bakti adalah panggilan hidup untuk Tuhan dan sesama. Mereka hidup menurut nasihat-nasihat Injil dalam ketaatan, kemurnian, dan kemiskinan. Panggilan Hidup Bakti meliputi: Pastor atau Imam, Bruder, Suster, Awam Selibat, dan Serikat Sekular. Melalui buku mewarnai ini penulis bermaksud memperkenalkan pilihan Hidup Bakti sejak dini. Dalam buku ini terdapat cerita yang mendukung gambar untuk diwarnai. Oleh karena itu, sebaiknya para orang tua atau pendamping bersama anak membaca cerita tersebut sebelum anak melakukan aktivitas mewarnai. Harapannya, dengan mengenal panggilan khusus untuk hidup dan berkarya dalam pelayanan Gereja, semakin banyak putra/putri Gereja terbuka, lapang hati, dan dengan keberanian iman menjawab panggilan Tuhan.
Persembahan terbaru dan best seller, buku seri mewarnai Hidup Bakti: Jadi Bruder, Yuk!, Jadi Suster, Yuk!, Jadi Pastor, Yuk

Narkoba adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 35 tahun 2009). Narkotika digolongkan menjadi tiga golongan sebagaimana tertuang dalam lampiran 1 undang-undang tersebut. Jenis narkotika 
SUMBER SEBAGAI BERIKUT:  
© 2015 PT KANISIUS 
Kantor Pusat: 
Jl. Cempaka 9, Deresan 

Yogyakarta 55281 
INDONESIA 
Telp. (0274) 588783, (0274) 565996 
Fax. (0274) 563349 
E-Mail: Office@Kanisiusmedia.Com

Peresmian Per-siapan Paroki sang Penebus Pupupapa Ufuk Timur DAKABO akan Resmikan Tgl 28 juli 2015


PERESMIAN GEREJA KATOLIK PER-SIAPAN PAROKI PUPUPAA UFUK TIMUR DAKABO
Peresmian gereja persiapan DAKABO sesuai kesepakatan antara:
1. Pastor Paroki Komopa
2. Ketua Dekenat. Dekanat Paniai
3. Panitia Pembagunan Gereja
hasil kesepakatan bahwa: Tanggal 28 juli 2015 peresmian per-siapan paroki DAKABO akan hadir dan Resmikan oleh BAPAK USKUP, KEUSKUPAN TIMIKA.
Maka Umat DAKABO yang di mana saja berada, mari Persiapan diri untuk mensuksesKAN acara peremian per-siapan Paroki DAKABO

Minggu, 28 Juni 2015




PERESMIAN GEREJA KATOLIK PER-SIAPAN PAROKI PUPUPAA UFUK TIMUR DAKABO
Peresmian gereja persiapan DAKABO sesuai kesepakatan antara:
1. Pastor Paroki Komopa
2. Ketua Dekenat. Dekanat Paniai
3. Panitia Pembagunan Gereja
hasil kesepakatan bahwa: Tanggal 28 juli 2015 peresmian per-siapan paroki DAKABO akan hadir dan Resmikan oleh BAPAK USKUP, KEUSKUPAN TIMIKA.
Maka Umat DAKABO yang di mana saja berada, mari Persiapan diri untuk mensuksesKAN acara peremian per-siapan Paroki DAKABO

Menteri Lingkungan Hidup kapan? Cari Mitra Atasi Masalah Sampah di Indonesis


TEmpo.com. jakarta- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan melakukan kemitraan dengan berbagai pihak untuk mengelola sampah. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menjelaskan pengelolaan sampah merupakan pelaksanaan kegiatan secara terpadu yang dikelola mulai dari sumber ke tempat penampungan sementara (TPS), pengangkutan dari TPS ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

“Pendekatan tersebut harus dapat dilaksanakan oleh pemerintah, pemda, dan masyarakat. Tidak kalah pentingnya diharapkan peran aktif produsen dalam melaksanakan pengelolaan sampah produk dan kemasannya secara baik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat, 26 Juni 2015.

Dalam arahannya di rapat terbatas, Presiden Joko Widodo mengatakan program pengelolaan sampah menjadi penting dilakukan secara terpadu. Pengelolaan sampah harus memiliki manfaat ekonomi dan lingkungan serta harus dapat mengubah perilaku masyarakat.

Demi mendapatkan terobosan dalam membangun sistem pengelolaan sampah terpadu sebagaimana arahan Presiden, maka para wali kota memberi masukan atas berbagai problem 
alam mengelola sampah, termasuk sisi regulasinya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan Surabaya melakukan Tender Murni Lelang TPA Bawono yang memakan waktu empat tahun. Hal ini dilakukan demi menyelanggarakan lelang yang sesuai dengan peraturan-peraturan yang ada serta memperoleh izin DPRD sebanyak dua kali.

Pemilahan sampah sudah dimulai dari sumbernya di Kota Surabaya, sehingga sampah yang masuk ke TPA hanya 30 persen. Ini sangat menghemat anggaran pengangkutan sampah dan pengelolaan sampah,” katanya.

Tempo.com/hari jumat/26/juni/2015 jakarta

DEKNAT PANIAI KEMBALI MEREBUT PIALA IMAN MELALUI PORSENIBAS DI WAKEITEI

Mudika Deknat Paniai Gelar Porseni 

Pekan Olahraga Seni dan Bazar (Porseni Bas) ke-III yang diselenggarakan oleh Muda-mudi Katolik (Mudika) se-Dekenat Paniai Keuskupan telah diadakan dari tanggal 20-29 Juni 2015 di Paroki St. Yohanes Pemandi Wakeitei, Deiyai.

Kegiatan bertema "Melalui Porseni-Bas, Pemuda Membangun Iman Persevered Kasih dan Damai" ini bertujuan mempererat persaudaraan antar anak muda Katolik seluruh Dekenat Paniai.

Pantauan majalahselangkah.com, muda-mudi Katolik paroki Waghete sedang kerja menyiapkan kegiatan ini.

"Jumlah peserta berjumlah 1250 orang masing-masing, Mudika 153 Orang, Dewan Paroki 1 Orang, Pewarta 2 orang, Tim Pastoral 6 orang, Undangan 20 orang," jelas Ketua Panitia, Leander Adii kepada majalahselangkah.com di sela-sela persiapan.

Sepak bola, volly putra dan putri, tarik tambang, panahan, vokal group, paduan 
DEKNAT PANIAI KEMBALI MEREBUT PIALA IMAN


suara gaya emaida, paduan suara bahasa Indonesia, cerdas tangkas, baca kitab suci Bahasa Mee dan Indonesia adalah beberapa dari yang akan dilombakan. Untuk bazar, akan ada bazar hasil kebun, ternak, ikan, koperasi dan aneka kerajinan tangan. 

"Setiap perlombaan dan pertandingan, kami sudah siapkan jurinya," ujar john
john mengaku mendapat bantuan dana dari pemerintah daerah kabupaten Deiyai sebesar 6 juta rupiah, dari KONI Deiyai sebesar 5 juta rupiah, dari Biro Kepemudaan Dekenat Paniai berupa kostum olahraga untuk delapan paroki, penerangan selama kegiatan berlangsung, dan kelengkapan dokumentasi. 

"Keni Ikomou menyumbang beras 175 sak, Yance Gidion Mote menyumbang beras 300 sak dan sebanyak 10 buah bak tempat air bersih disumbang oleh Lingkungan Waghete, Stase Yagu, Mugouda, Yaba, Meiyepa," tandasnya menggambarkan partisipasi umat dalam kegiatan ini.
 
Adii tetap mengharapkan partisipasi masyarakat hingga kegiatan berjalan dengan lancar. (John wowudiyake Nawipa Anggota SKP keuskupan Timika) 

YLSM Paniai Telah jalani Program Pendidikan Kampung Tahun 2008 Lalu








YLSM Komopa sedang Mengjalani Program Perfam setiap kampung di kabupaten paniai
YLSM komopa mengjalani program perfam setiap kampung di kabupaten paniai sesuai dengan marganisasi diatas Tanah adat nya sendiri


Yayasan Lembaga swadaya Masyarakat (YLSM) Pegunungan Tengah Papua Barat khususnya paniai,dalam rangka turut menciptakan kemandirian masyarakat adat untuk memenuhi kebutuhan dan mendorong terbentuknya satu tujuan yang sama dalam upaya pelaksanaan kegiatan pengembangan di wilayahnya sendiri secara baerkelanjutan.

Membantu meningkatkan kualitas (kesejahteraan) hidup masyarakat rentan, dengan mengutamakan pribumi Paniai dalam menjalankan kegiatannya, mendahulukan Kelompok Marga-marga yang ada di paniai agar mereka dilibatkan dalam pengelolaan program dan dapat diselenggarakan secara mandiri dan berkesinambungan menuju Paniai baru.Ketua ylsm Servius Kedepa Iatawadimee yang sedang menjalankan tugasnya yang mempunyai Visi dan Misinya yang sangat jelas itu memenuhi harapan masyarakat Marga Papua Paniai untuk mengenal, mengelola, menikmati, dan melindungi Batas Wilayah Adat dan Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat yang terisi di dalam wilayah adat di Kabupaten Paniai.

Ketua Ylsm Servius Kedepa Itawadimee mengimbauh kepada seluruh masyarakat pegunungan Tengah papua khususnya kabupaten paniai agar tidak dapat terpropokasih dengan peristiwa atau kejadian yang terjadi dikampung kegomakida Desa uwamani Kecamatan Paniai Timur, sebab masalah yang terjadi dikampung kegomakida itu ada orang ketiga yang mengisukan yang tidak benar kepada masyarakat kegomakida lalu mereka langsung bertindak tetapi latar belakang orang ketiga itu masyarakat mereka tidak tau bawah seorang itu bekerja sama dengan pemerintah indonesia untuk merampas Tanah Adat Masyarakat paniailmasyarakat paniai yang sedang merenungkan kehidupan yang layak diatas Tanah Adat nya Sendiri maka Ketua Ylsm mencoba menjalankan program sesuai visi misi Ylsm (perfam) untuk menikmati hasilnya diatas Tanah adat masyarakat itu sendiri.

Itawadimee mengatakan dirinya sebagai kepala Ylsm Pegunungan Tengah Papua Barat yang sekaligus pecinta Tanah Adat dari Kabupaten Paniai sangat bergembira dan bangga masyarakat paniai dengan segenap usahanya mau membuat dan tujuan nya masyarakat harus keluar dari berbagai belenggu diatas Tanahnya sendirilanjut-Itawadimee, Kemudian Ketua Ylsm juga menyesali adanya isu yang berkembang di masyarakat menurutnya sangat merusak masyarakat paniai diatas Tanah. isuyang sedang berkembang itu adalah isu perusahan yang sedang operasi itu bukan mau menyajahtraan masyarakat tetapi, mereka mencari tempat temapat kreamat alias (pengunih) yang diisukan oleh beberapa orang ke masyarakat. Hal itu menurutnya tidak pantas diisukan event sebesar itu dan masyarakat juga harus tauh bahwa perusahan yang ada bor di distrik komopa ini sudah diatur dari ylsm sesuai dengan visi misi nyaSelain itu juga ketua ylsm menghimbau buat semua masyarakat daerah Pegungungan Tengah yang dimanapun berada untuk tetap menghargai dan menghormati program perfam setiap kampung dipaniai karena sebagimana itu adalah Tanah Adat atau Tanah warisan, hadia dari para nenek moyang kita 

FILE UTAMA: YLSM PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA PANIAI KOMOPA
KETUA YLSM: SERVIUS KEDEPA

Sabtu, 27 Juni 2015

HAK ULAYAT MILIK MARGA, BUKAN MILIK SUKU DAN NEGARA BERDASARKAN SEJARAH ADAT ASAL USUL MARGA PAPUA BARAT DI SEKITAR AREAL KONSESI PT. FREEPORT INDONESIA, PAPUA BARAT


HAK ULAYAT MILIK MARGA, BUKAN MILIK SUKU DAN NEGARA BERDASARKAN SEJARAH ADAT ASAL USUL MARGA PAPUA BARAT DI SEKITAR AREAL KONSESI PT. FREEPORT INDONESIA, PAPUA BARAT

Menurut asal suku bangsanya, suku Mee dan Suku Moni berasal dari "PUPU PAPA" Bagian Timur Pegunungan Tengah Papua Barat. Bukti asal-usul sejarah adat per Marga Papua Barat, yang menghuni di sekitar areal konsesi PT. Freeport Indonesia, Tembagapura kurang lebih 150 (seratus lima puluh) Marga, baik itu dari Suku Amungme, suku Moni maupun suku Mee.

Ada kurang lebih 22 (Duapuluh Dua) marga dari gabungan suku (Amungme, Moni dan Mee) yang menghuni di WASE atau disebut BANTI Tembagapura seperti: Marga Wamuni, Natkime, Jamang, Jupinii/Pakage, Beanal/Dogopia, Bukaleng, Omabak, Omaleng, Janampa/Nakapa, Magal, Jangkup/Jawejagani, Abugau, Uwamang, Diwitau, Dimpau, Metegau, Bonmang, Jundang, Magai/Yogi, Kedepa/Kogopa/Kobepa, Metang, Awalak dan lain-lain yang menghuni di bagian Selatan terdekat Gunung Grasberg dan Danau Wanagon.

Ada kurang lebih 47 (empat puluh tujuh) marga dari suku Moni seperti: Belau, Sondegau, Bagubau, Zagani, Wandagau, Ugimpa, Tipagau, Kobogau, Duwitau, Dimpau, Hanau, Zani, Zoani, Selegani, Bilampani, Abugau, Mbuligau, Sinipa, Gayamopa, Mayani, Tigau, Zanampani, Hogazau, Mazau, Puzau, Sujau, Agimbau, Nagapa, Somou, Japugau, Hagimuni, Maizeni, Hagisimizau, Zonggonau, Kayampa, Widigipa, Ematapa, Holombau, Muzizau, Emani, Nulini, Tapani, Nambagani, Naeyagau, Waeyapa, Bagau, dan Miagoni yang menghuni di bagian Utara terdekat Gunung Grasberg dan Danau Wanagon areal konsesi PT. Freeport Indonesia, Tembagapura, Papua Barat. Sedangkan 47 (empat puluh tujuh) Marga dari suku Mee (Ekagi) terdiri dari: Kedepa, Kogopa, Kobepa, Nakapa, Tenouye, Bunai, Kadepa, Yatipai, Nawipa, Kogii, Gobay, Degei, Yogi, Muyapa, Dogopia, Yeimo, Kudiai, Nabelau, Umitaapa, Muniipa, Wageepa, Yumai, Yobee, Kogaa, Magay, Tobay, Edowai, Uti, Dawaapa, Adii, Pigai, Anoka Kayame, Yukei, Mote, Ogetai, Tatogo, Boma, Pigome, Koto, Apoga, Madai, Tebay, Obaipaa, Tekege, Takimai, dan Youw yang menghuni di bagian Barat dekat Gunung Grasberg dan Danau Wanagon areal konsesi PT. Freeport Indonesia, Tembagapura, Papua Barat.

Ada kurang lebih 43 (empat puluh tiga) marga lain yang menghuni di bagian Barat jauh dari Gunung Grasberg dan Danau Wanagon areal konsesi PT. Freeport Indonesia, Tembagapura, Papua Barat, yakni: Giay, Agapa, Pekey, Do, Pakage, Tagi, Tibakoto, Dukoto, Kedeikoto, Dogomo, Pinibo, Waine, Wakei, Petege, Makai, Anouw, Kegiye, Kegouw, Dimi, Butu, Tigi, Auwe, Kegaakoto, Ukago, Iyowau, Ikomouw, Gane, Bukegaa, Wogee, Mekei, Deba, Dumapaa, Boga, Pugiye, Kuwayo, Kamo, Tameyai, Nokuwo, Iyoupaa, Giyaipaa, Kotouki, dan Bobii.

Mereka (kurang lebih 150 marga) seperti tersebut diatas menuju ke wilayah Paniai menjadi pemilik wilayah adat dan hak ulayat di lembah Yabo, Aga, Degeuwo, Bogo, Uwodege, Eka, Weya, Yawei, Pugo, Daka/Dama, Duma/Dogomo, Yewa, Boma, Aroanop, Banti dan lain-lain melalui 3 (Tiga) Pintu Utama, yakni Kelompok Marga Wodaapa langsung lewat Pintu Barat Punggung Grasberg-Wanagon, Kelompok Marga Yupi/Maki menuju Paniai melalui Pintu Utara Grasberg-Wanagon, dan Kelompok Marga Madouw menuju Paniai melalui Pintu Selatan Grasberg-Wanagon.

Ada marga yang keluar langsung dari gunung terkaya yang satu ini (PUYA PIGU/GRASBERG), ada marga yang datang dari kampung lain dan menetap di Wase dan ada marga lain yang langsung saja melewati di sekitar gunung tersebut. Mereka semua punya kepentingan tuntutan yang sama kehadapan Pemerintah dan PT. Freeport Indonesia yaitu untuk mendapatkan SAHAM PT. FREEPORT.
Masyarakat Adat Agadide telah melakukan UPACARA ADAT KESELAMATAN DAERAH KERAMAT di Togogei, 29-30 Juli 1999, Desa Yabomaida untuk menyampaikan aspirasinya kepada NKRI melalui Pemerintah Daerah Paniai, Mimika dan PT. Freeport Indonesia.

Berdasarkan Rekomendasi Gubernur Provinsi Papua No.: 593/1288/SET 3 Maret 2003 di Jayapura tentang Pengurusan Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat di sekitar areal konsesi PT. FI, maka aspirasi tersebut yang berisi: BANTUAN FREEPORT DIBAGI 3 (TIGA) SUKU MELALUI 4 (EMPAT) PINTU ini telah diusulkan kepada pimpinan PT.FI melalui Pemda Mimika, Paniai dan Gubernur Provinsi Papua di Jayapura. 


Danau Paniai dan Danau Tage Aset Wisata Alam Terbaik, adalah milik Hak Ulayat, bukan milik Negara

Bupati Paniai, Hengky Kayame mengatakan bahwa untuk menjangkau 7 Distrik dan kampung – kampung yang  ada disekeliling Danau Paniai dan Danau Tage perlu dibuka akses Jalan Lingkar Danau, sehingga perekonomian Rakyat dapat cepat berkembang dengan baik dan lancar, disamping itu sektor pariwisata dapat dikembangkan, pada gilirannya tingkat kemahalan akan dapat ditekan dan akhirnya pendapatan masyarakat dapat ditingkatkan.

Danau Paniai dan Danau Tage serta Danau Tigi adalah 3  buah danau yang diketemukan oleh seorang pilot berkebangsaan Belanda (Letnan Wissel) yang menamai ketiga danau tersebut “WISSELMEEREN” (Bahasa Belanda yang artinya danau wissel).

KABID Bina Marga PU Kabupaten Paniai, Yan Yeimo mengatakan kepada Tim UP4B yang melakukan pemantauan langsung ke lokasi bahwa saat ini sedang dikerjakan pembangunan Jalan Lingkar Danau Paniai yang dimulai dari 2 sisi, dari Distrik Yatamao dan Distrik Bibida.

Ruas jalan yang telah dimulai dari Distrik Yatamo saat ini sudah mencapai lk.19 km di kampung Kadiyai Distrik Obano. Panjang jalan keseluruhannya mencapai ± 200 km lebih.

Kampung – kampung yang nantinya akan terhubung lewat jalan lingkar danau tersebut yaitu:

Dari arah Distrik Yatamo melalui Kampung Dimia Tinou Epobutu Muye Mogoya Obano Beko Kadiyai Okeidadi Kito  Emaibo Wodege Uwodege Totio Waipa Tekege Kedege Ipuwa Togowa  Kebo I Kebo II Ayaigo Deita Tuguwai Abamaida (Komopa) Toyabuti Bodatadi Yabomaida  Dawaigu – Matagaida – Homeo (Kab.Intan Jaya).

Dari Distrik Bibida melalui Bibida – Togo – Badawo – Bamai – Oboketo – Daruto -Obayewta  Dey  Obaipugaida  Eyagitaida Baguwo  Pasirputih Dimitouda Toyamuti Yabomaida Dawagu  Homeo (Intan Jaya).

Yan Yeimo juga berpendapat, ruas jalan Enarotali ke Intan Jaya akan lebih tepat bila dibuka melewati ruas Jalan Lingkar Danau ini. Menurut Yan Yeimo pendanaan pekerjaan Jalan Lingkar Danau ini akan diupayakan bertahap melalui Kementerian PU, mengingat kemampuan daerah sangat terbatas.